Social Items

Asal Usul Bitcoin

Meski istilah bitcoin sering muncul di internet, ternyata tak banyak yang tahu asal usul bitcoin. Padahal, siapa yang menemukan hingga berapa nilainya saat ini merupakan informasi yang penting bagi para penambang.
Asal Usul Bitcoin, Siapa yang Menemukannya?

Bitcoin bisa dikatakan sebagai mata uang virtual yang memungkinkan Anda untuk bisa bertransaksi finansial menggunakan perangkat elektronik tertentu secara langsung. Mata uang virtual ini diciptakan oleh Satoshi Nakamoto yang masih misteri hingga saat ini. Tak ada yang tahu apakah Nakamoto ini merupakan individu miliarder atau sekelompok programmer yang menciptakan mata uang digital secara bersama-sama.
Nakamoto sendiri mengklaim mengerjakan proyek bitcoin sejak tahun 2007 kemudian mempublikasikan proyek tersebut ke dalam sebuah laporan yang berisi deskripsi mata uang digital bitcoin pada 2008. Perilisan laporan tersebut kemudian diikuti dengan perilisan software bitcoin serta jaringan dan unit mata uang pertamanya setahun kemudian. Sejak saat itu penyebaran bitcoin semakin meluas di internet global dan diikuti dengan kemunculan berbagai sistem pertukaran baru di tahun 2010.

Banyak pihak yang menduga kemunculan konsep mata uang digital pertama b-money pada tahun 1999 menjadi inspirasi pengembangan bitcoin. Hingga tahun 2010, Nakamoto masih aktif memberikan modifikasi software bitcoin dan informasi teknis di berbagai forum bitcoin hingga pertengahan tahun 2010 Nakamoto mulai hilang dari peredaran. Sebagai penggantinya ditunjuklah Gavin Andersen yang diberi akses masuk khusus ke proyek Bitcoin SourceForge.

Satuan Mata Uang Bitcoin
Sebagai mata uang digital yang tak memiliki wujud fisik, bitcoin hanya bisa dipakai untuk bertransaksi secara online. Bitcoin bukan mata uang khusus suatu negara atau bank di mana nilainya ditentukan berdasarkan pasar valuta asing dan penggunaannya. Bitcoin diterbitkan melalui kode komputer gratis yang programnya bisa dimodifikasi sesuai kebutuhan. Jumlah penerbitan bitcoin ini dibatasi tidak lebih dari 21 juta guna mencegah timbulnya inflasi.

Seperti mata uang lainnya, bitcoin memerlukan satuan khusus guna mempermudah penyebutannya. Hingga saat ini penggunaan bitcoin ditentukan dengan batasan satuan hingga 8 desimal dengan lambang BTC. Sedangkan nilai 0,01 BTC setara dengan 1 centibitcoin (bitcent) atau 1 cBTC dan 0,001 BTC sama dengan 1 milibitcoin atau 1 mBTC.

Bitcoin ditukarkan melalui sistem kriptografi sebagai alat pembayaran antara dua pihak. Proses transaksi bitcoin ini bisa dilakukan secara langsung oleh penjual dan pembeli atau menggunakan bantuan pihak ketiga seperti PayPal. Uniknya, bitcoin juga bisa ditukarkan dengan mata uang konvensional seperti dolar, euro dan lainnya menggunakan jaringan internet seperti MtGox.

Asal Usul Bitcoin


Keunggulan dan Kelemahan Bitcoin
Tak hanya asal usul bitcoin saja yang unik, bitcoin juga memiliki kelemahan dan keunggulan seperti layaknya mata uang konvensional. Keunggulan bitcoin sangat terlihat dalam hal segi keamanannya. Mata uang digital ini memiliki tingkat keamanan sistem kriptografi yang tinggi sehingga potensi pemalsuannya cukup kecil.
Di samping sangat aman, bitcoin juga berlaku secara global. Jadi, meskipun setiap negara memiliki mata uang masing-masing, transaksi bitcoin tetap bisa dilakukan di negara manapun. Karena memiliki sistem yang merdeka, hal ini menghindarkan bitcoin dari pengaruh politik di pemerintahan negara tertentu dan tak mengenal batas negara.

Keunggulan lainnya dari bitcoin adalah bisa berperan sebagai tabungan masyarakat dan menghindarkan dari inflasi. Tak seperti tabungan bank yang terkena biaya administrasi, menabung bitcoin tak ada biaya perbankan karena sistemnya yang terpisah dari bank. Jadi, Anda tak perlu membayar biaya layanan maupun biaya perbankan lainnya ketika bertransaksi menggunakan bitcoin.

Meski memiliki banyak kelebihan, bitcoin juga memiliki kelemahan. Salah satu kelemahan bitcoin adalah nilainya yang tidak stabil. Bitcoin memiliki sifat spekulatif dan hingga saat ini jumlah perusahaan yang menawarkan transaksi menggunakan bitcoin masih sangat terbatas. Selain itu, tempat penyimpanan mata uang digital seperti wallet file hingga saat ini masih rentan terhadap aktivitas peretasan dan kerusakan sehingga beresiko cukup tinggi. Belum lagi ancaman kerusakan yang disebabkan oleh virus pada hardisk juga berpotensi menghilangkan semua uang yang ada di wallet file.

Di antara resiko tersebut, kelemahan terbesar dari bitcoin adalah peredarannya yang tak dikendalikan oleh pemerintah maupun lembaga keuangan. Hal ini membuat transaksi bitcoin berpeluang digunakan sebagai sarana tindak pencucian uang atau penghindaran pajak. Asal usul bitcoin yang misterius dengan pemanfaatannya yang terbatas membuat mata uang ini masih dianggap ilegal di beberapa negara.

Asal Usul Bitcoin yang Tak Banyak Orang Tahu

Asal Usul Bitcoin

Meski istilah bitcoin sering muncul di internet, ternyata tak banyak yang tahu asal usul bitcoin. Padahal, siapa yang menemukan hingga berapa nilainya saat ini merupakan informasi yang penting bagi para penambang.
Asal Usul Bitcoin, Siapa yang Menemukannya?

Bitcoin bisa dikatakan sebagai mata uang virtual yang memungkinkan Anda untuk bisa bertransaksi finansial menggunakan perangkat elektronik tertentu secara langsung. Mata uang virtual ini diciptakan oleh Satoshi Nakamoto yang masih misteri hingga saat ini. Tak ada yang tahu apakah Nakamoto ini merupakan individu miliarder atau sekelompok programmer yang menciptakan mata uang digital secara bersama-sama.
Nakamoto sendiri mengklaim mengerjakan proyek bitcoin sejak tahun 2007 kemudian mempublikasikan proyek tersebut ke dalam sebuah laporan yang berisi deskripsi mata uang digital bitcoin pada 2008. Perilisan laporan tersebut kemudian diikuti dengan perilisan software bitcoin serta jaringan dan unit mata uang pertamanya setahun kemudian. Sejak saat itu penyebaran bitcoin semakin meluas di internet global dan diikuti dengan kemunculan berbagai sistem pertukaran baru di tahun 2010.

Banyak pihak yang menduga kemunculan konsep mata uang digital pertama b-money pada tahun 1999 menjadi inspirasi pengembangan bitcoin. Hingga tahun 2010, Nakamoto masih aktif memberikan modifikasi software bitcoin dan informasi teknis di berbagai forum bitcoin hingga pertengahan tahun 2010 Nakamoto mulai hilang dari peredaran. Sebagai penggantinya ditunjuklah Gavin Andersen yang diberi akses masuk khusus ke proyek Bitcoin SourceForge.

Satuan Mata Uang Bitcoin
Sebagai mata uang digital yang tak memiliki wujud fisik, bitcoin hanya bisa dipakai untuk bertransaksi secara online. Bitcoin bukan mata uang khusus suatu negara atau bank di mana nilainya ditentukan berdasarkan pasar valuta asing dan penggunaannya. Bitcoin diterbitkan melalui kode komputer gratis yang programnya bisa dimodifikasi sesuai kebutuhan. Jumlah penerbitan bitcoin ini dibatasi tidak lebih dari 21 juta guna mencegah timbulnya inflasi.

Seperti mata uang lainnya, bitcoin memerlukan satuan khusus guna mempermudah penyebutannya. Hingga saat ini penggunaan bitcoin ditentukan dengan batasan satuan hingga 8 desimal dengan lambang BTC. Sedangkan nilai 0,01 BTC setara dengan 1 centibitcoin (bitcent) atau 1 cBTC dan 0,001 BTC sama dengan 1 milibitcoin atau 1 mBTC.

Bitcoin ditukarkan melalui sistem kriptografi sebagai alat pembayaran antara dua pihak. Proses transaksi bitcoin ini bisa dilakukan secara langsung oleh penjual dan pembeli atau menggunakan bantuan pihak ketiga seperti PayPal. Uniknya, bitcoin juga bisa ditukarkan dengan mata uang konvensional seperti dolar, euro dan lainnya menggunakan jaringan internet seperti MtGox.

Asal Usul Bitcoin


Keunggulan dan Kelemahan Bitcoin
Tak hanya asal usul bitcoin saja yang unik, bitcoin juga memiliki kelemahan dan keunggulan seperti layaknya mata uang konvensional. Keunggulan bitcoin sangat terlihat dalam hal segi keamanannya. Mata uang digital ini memiliki tingkat keamanan sistem kriptografi yang tinggi sehingga potensi pemalsuannya cukup kecil.
Di samping sangat aman, bitcoin juga berlaku secara global. Jadi, meskipun setiap negara memiliki mata uang masing-masing, transaksi bitcoin tetap bisa dilakukan di negara manapun. Karena memiliki sistem yang merdeka, hal ini menghindarkan bitcoin dari pengaruh politik di pemerintahan negara tertentu dan tak mengenal batas negara.

Keunggulan lainnya dari bitcoin adalah bisa berperan sebagai tabungan masyarakat dan menghindarkan dari inflasi. Tak seperti tabungan bank yang terkena biaya administrasi, menabung bitcoin tak ada biaya perbankan karena sistemnya yang terpisah dari bank. Jadi, Anda tak perlu membayar biaya layanan maupun biaya perbankan lainnya ketika bertransaksi menggunakan bitcoin.

Meski memiliki banyak kelebihan, bitcoin juga memiliki kelemahan. Salah satu kelemahan bitcoin adalah nilainya yang tidak stabil. Bitcoin memiliki sifat spekulatif dan hingga saat ini jumlah perusahaan yang menawarkan transaksi menggunakan bitcoin masih sangat terbatas. Selain itu, tempat penyimpanan mata uang digital seperti wallet file hingga saat ini masih rentan terhadap aktivitas peretasan dan kerusakan sehingga beresiko cukup tinggi. Belum lagi ancaman kerusakan yang disebabkan oleh virus pada hardisk juga berpotensi menghilangkan semua uang yang ada di wallet file.

Di antara resiko tersebut, kelemahan terbesar dari bitcoin adalah peredarannya yang tak dikendalikan oleh pemerintah maupun lembaga keuangan. Hal ini membuat transaksi bitcoin berpeluang digunakan sebagai sarana tindak pencucian uang atau penghindaran pajak. Asal usul bitcoin yang misterius dengan pemanfaatannya yang terbatas membuat mata uang ini masih dianggap ilegal di beberapa negara.

Langganan Artikel via Email