6 Cara Budidaya Ikan Guppy Yang Praktis




cara budidaya ikan guppy

Cara budidaya ikan guppy tidak memerlukan infrastruktur yang mahal. Cukup dengan perlengkapan sederhana, kita bisa mengembang biakan ikan ini. Ikan guppy digemari sebagai ikan hias berukuran kecil karena keindahan warna dan bentuk siripnya.

Terutama yaitu ikan yang berkelamin jantan, karena hanya yang jantan yang memiliki sirip yang unik dan indah untuk dilihat. Ikan guppy dapat ditemukan di hampir seluruh perairan air tawar di Indonesia. Dan berikut ini 6 cara budidaya ikan guppy yang praktis bagi pemula:

1. Mempersiapkan Wadah Budidaya Ikan Guppy

Cara budidaya ikan guppy yang pertama adalah dengan memperhatikan wadahnya. Peralatan yang dibutuhkan untuk budidaya ikan guppy, antara lain yaitu wadah/tempat, tanaman air dan aerator. Wadah yang untuk pemijahan ikan guppy bisa berupa akuarium, ember plastik atau sebak semen.

Wadah atau tempat yang diperlukan untuk budidaya ikan guppy setidaknya ada empat fungsi, yakni tempat pemisahan indukan (2 wadah), tempat penetasan (1 wadah), tempat pemijahan (1 wadah), dan tempat pendederan (1 wadah).

Sedangkan untuk ukuran luas dari wadah pemeliharaan ikan guppy bermacam-macam, yaitu tergantung kapasitas tempat pemeliharaan dan setidaknya tinggi wadah harus mencapai sekitar 30 centimeter.

2. Memilih Indukan

Perbedaan jantan dan betina dapat diamati dari penampakan fisiknya. Ikan guppy betina memiliki bentuk lebih membulat dengan warna yang cenderung kusam dan tidak memiliki sirip yang menjumbai.

Sedangkan ikan jantan memiliki warna yang cukup kontras dan terang, tubuhnya lebih langsing dengan sirip menjumbai. Ukuran tubuh ikan betina lebih besar daripada jantan. Indukan yang siap untuk dipijahkan minimal yaitu berumur 4 bulan.

Untuk mendapatkan hasil yang bagus pilihlah indukan yang unggul. Selain itu, juga pembudidaya bisa mencoba-coba menyilangkan induk guppy untuk mendapatkan keturunan yang lebih baik.

3. Pemisahan Indukan

Cara budidaya ikan guppy selanjutnya, dengan pemisahan indukan. Sebelum dipisahkan, indukan jantan dan betina dipisahkan lebih dahulu. Ikan guppy jantan dan betina akan ditempatkan pada wadah yang terpisah.

Wadah yang telah disiapkan, diisi dengan air bersih dan diganti setiap 1-3 hari sekali. Pergantian air tidak perlu semua, cukup mengeluarkan sepertiga air dan menambahkannya dengan air yang baru.

Berbeda dengan proses pemisahan pada umumnya, pemisahan ini dilakukan dengan tetap memberi makan. Berikan makanan berupa moina atau daphnia  sebanyak 2 hari sekali. Hal ini dilakukan berguna agar indukan fit ketika dalam proses pemijahan.

4. Pemijahan Ikan Guppy

Sebelum proses pemijahan, isilah wadah pemijahan dengan air bersih yang telah diendapkan setidaknya selama 24 jam. Kedalaman air untuk tempat pemijahan adalah 25 cm. Kepadatan tebal wadah untuk pemijahan tidak lebih dari 30 ekor per 100 liter air.

Pemijahan ikan guppy bisa dilakukan dengan satu-satu atau secara massal. Pemijahan dengan cara massal lebih dianjurkan karena lebih cepat, ekonomis dan lebih praktis. Masukkan indukan betina lebih dahulu pada pagi hari. Kemudian sorenya bisa dimasukkan induk yang jantan.

Jika, dilakukan pemijahan massal belum tentu semua ikan memijah pada hari yang sama. Biasanya proses pemijahan dibiarkan dan  berlangsung selama 4-7 hari. Segeralah pisahkan betina yang sudah dibuahi kedalam wadah penetasan.

5. Penetasan Benih

Wadah penetasan diisi air dengan bersih dan diberi aerasi. Pemberian aerasi jangan terlalu kuat agar tidak menganggu sirkulasi larva ikan. Kualitas air harus terus dipertahankan sirkulasinya.

Yaitu bisa dilakukan dengan cara mengganti sepertiga air dengan air baru setiap 1-3 hari sekali. Pemberian pakan untuk induk gappy setiap 2 hari sekali berupa daphnia atau moina.

Ikan guppy merupakan ikan yang melahirkan. Embrionya dapat tumbuh di dalam perut hingga siap untuk dilahirkan. Kemudian lama kehamilan, terhitung mulai dari pemijahan hingga kelahiran berlangsung 3-4 minggu.

6. Pendederan Benih

Kolam pendederan sebaiknya ditempatkan pada yang ruang terbuka. Sinar matahari sangat  diperlukan untuk membentuk warna yang cemerlang pada tubuh ikan guppy. Biasanya para pembudidaya menggunakan bak semen sebagai wadah pendederan.

Tambahkan tanaman air seperti  eceng gondok atau hydrilla untuk tempat berteduh. Berikan aerasi pada kolam pendederan. Isi kolam dengan air setinggi 40 cm. Air perlu diperbarui setiap 3 hari sekali. Ikan yang berumur 20 hari, sudah bisa dipilah antara jantan dan betina.

Hanya ikan jantan yang laku sebagai ikan hias. Sedangkan ikan betina yang digunakan sebagai indukan. Ikan guppy dapat dikatakan dewasa dan bisa bersaing dengan kawanannya setelah berumur kira-kira satu bulan. Cukup mudah bukan, melakukan cara budidaya ikan guppy?


3:48:00 AM