6 Cara Budidaya Kroto Yang Sukses Bagi Pemula




cara budidaya kroto

Cara Budidaya Kroto Yang Sukses Bagi Pemula - Mungkin bagi pemula cara budidaya kroto merupakan sesuatu yang tabu dan jarang orang yang mengetahui. Karena memang pada umumnya tidak banyak orang yang melakukan budidaya kroto. Ya, itu memang benar. Biasanya yang sering dilihat kebanyakan orang adalah beternak lembu dan unggas baik di pedesaan maupun di perkotaan.

Walaupun budidaya kroto ini masih sangat tabu terdengar di kalangan masyarakat umum. Namun para petani sukses yang dapat melihat peluang dari budidaya kroto ini mulai menekuni budidaya kroto.  Bahkan mereka pun bisa dikatakan sukses meraup jutaan rupiah dengan berwirausaha budidaya kroto. Berikut ini adalah 6 cara budidaya kroto yang sukses bagi  pemula:

1. Beternak Bibit Kroto Dari Alam

Cara budidaya kroto yang pertama, adalah dengan berternak bibit kroto di alam. Sehingga perlu mengambil beberapa bibit kroto dari alam bebas. Dengan menangkap atau mencari kroto di pohon-pohon pada malam hari. Setelah cukup mendapatkan hasil tangkapan kroto di malam hari dan menjualnya di pagi hari di pasar.

Namun, ada juga yang mengambil sarang semut rangrang yang terdapat kroto atau telur rangrang ini untuk diternak dahulu, bukan untuk dijual. Peternak bebas menentukan mau pilih dijual langsung, atau bisa di ternak dahulu dengan memelihara semut rangrang terlebih dahulu.

2. Beternak Bibit Kroto Dari Budidaya

Berbeda halnya dengan beternak bibit kroto dari alam, bahwa jika beternak kroto dari budidaya ini dilakukan dengan cara membeli bibit kroto dari peternak lain. Hal ini bisa di lakukan sebagai alternatif kedua jika sulit mendapatkan kroto dari alam bebas.

Walaupun dengan cara membeli kroto ke peternak lain lebih mudah dan lebih efektif dalam pengerjaan budidaya kroto ini. Selain itu, umumnya ketika membeli kroto dari peternak lain, akan mendapatkan bibit kroto yang sudah terdapat ratu, pekerja semut, dan prajurit, dalam satu tempat. Hal ini sangat membantu jika untuk berternak.

3. Beternak Bibit Kroto Dengan Toples

Cara budidaya kroto selanjutnya adalah dengan media toples. Kebanyakan peternak kroto menggunakan toples sebagai media ternak bibit kroto yang fungsinya itu sebagai rumah semut rangrang dan kroto. Beternak bibit kroto menggunakan media toples ini memiliki kelebihan dan kekurangan yaitu.

Kelebihannya adalah wadahnya mudah didapatkan dan relatif murah, proses panennya sangat mudah dilakukan, Teknik menjualnya pun juga sangat cepat, dan dapat mengamati perkembangan dan pertumbuhan kroto dengan mudah, karena toples berwarna bening. Kelemahannya, sebenarnya beternak menggunakan kroto menggunakan toples ini hanya memiliki satu kelemahan yaitu wadah jadi cepat penuh, karena tempatnya yang terbatas.

4. Beternak Bibit Kroto Tanpa Ratu 

Selain ketiga alternatif di atas, juga bisa menggunakan alternatif ketiga ini yaitu dengan beternak bibit kroto tanpa adanya ratu semut. Biasanya ratu semut dan kroto ini dijual secara terpisah dan harga ratu semut pun lebih mahal dibandingkan dengan kroto).

Beternak bibit kroto tanpa ratu pun tetap bisa dilakukan, karena pada dasarnya bahwa ratu semut itu berawal dari bibit kroto biasa seperti semut yang lainnya. Dengan kata lain, yang beternak kroto pun juga bisa menghasilkan ratu semut selama seiringnya waktu sesuai pertumbuhan dan perkembangbiakan yang baik dan benar.

5. Beternak Bibit Kroto Dengan Paralon

Selanjutnya adalah beternak bibit kroto menggunakan paralon sebagai media ternak bibit kroto. Media ini sudah banyak peternak kroto yang menggunakannya, karena menggunakan media paralon ini merupakan salah satu inovasi dari media toples dan besek.

Namun beternak dengan paralon memiliki kelebihan dan kelemahannya. Kelebihannya adalah media paralon sangat mudah untuk didapat, karena banyak yang jual, kerapiannya yang  terjamin, media lebih awet, dan lebih menampung banyak. Kelemahahnnya yaitu sulit melakukan panen, pengemasan bibit sangat sulit dilakukan, dan lebih susah dalam mengamati pertumbuhan dan perkembangan kroto

6. Beternak Bibit Kroto Dengan Kardus

Mungkin beternak kroto menggunakan kardus ini terbilang sangatlah aneh. Namun sudah cukup banyak peternak kroto yang menggunakan media kardus ini sebagai wadah budidaya. Akan tetapi, beternak kroto dengan kardus itu  juga memiliki kelebihan dan kelemahan.

Kelebihannya, adalah kardus sangat mudah didapatkan karena stoknya banyak dan relatif murah, dan ukurannya pun sangat variatif. Kelemahan cara budidaya kroto ini yaitu tidak bisa memantau perkembangan dan pertumbuhan kroto, pemanenan sangat sulit dilakukan, dan Jika salah kardus, maka kroto tidak bisa hidup dengan nyaman.


4:36:00 AM