Cara Budidaya Ayam Pejantan Bagi Pemula




cara budidaya ayam pejantan

Cara Budidaya Ayam Pejantan Bagi Pemula - Ayam pejantan memiliki tekstur daging yang lebih padat, memiliki pasar sendiri serta harga jual yang lebih mahal dibandingkan ayam pedagang. Biasanya ayam pejantan sering dijadikan pengganti ayam kampung di warung atau di rumah. Hal inilah yang membuat peluang usaha ternak ayam pejantan memiliki prospek yang bagus ke depannya. Berikut ini adalah cara budidaya ayam pejantan bagi pemula yang mudah dilakukan.

1. Melakukan Persiapan Kandang

Tahap pertama dari cara budidaya ayam pejantan adalah dengan membuat kandang ayam beralaskan tanah. Setelah selesai membuat kandang, langkah selanjutnya adalah dengan melakukan kegiatan disinfeksi agar kandang steril dari kuman. Kegiatan ini dapat dilakukan dengan cara pengapuran, menyemprot kandang dengan larutan disinfektan seperti iodin atau antiseptik hingga menjangkau seluruh bagian kandang.

Untuk kandang model panggung, alas yang digunakan adalah berupa terpal yang ditaburi sekam dengan ketebalan 5 sampai 7cm. Untuk tempatnya, kandang tidak boleh terlalu terbuka. Hal ini untuk menjaga keteraturan suhu kandang yakni sekitar 25 hingga 30 derajat celcius.

2. Pemberian Pakan dan Minum

Pakan yang digunakan berupa pakan ayam yang dicampur dengan vitamin alami agar ayam dapat memiliki kualitas daging yang baik. Sebaiknya memberikan pakan disesuaikan dengan porsi pakan yang pas untuk sehari. Sebab jika terlalu banyak sisa pakan, dapat menyebabkan penyakit. Penutup pada bawah kandang  harus dirapatkan agar pakan tidak tercecer. Sebab ayam pejantan memiliki sifat yang agresif.

Memberikan minum pada ayam sebaiknya dilakukan sebanyak minimal 2 kali sehari, yaitu antara pagi dan sore. Tempat air minum harus mudah dijangkau, sebab apabila ayam kesulitan minum akan menyebabkan kematian karena dehidrasi. Hal ini sesuai dengan cara budidaya ayam pejantan secara umum yang dilakukan peternak.

3. Memberikan Penghangat

Penghangat ini diberikan bagi ayam yang berusia antara 1 sampai 24 hari. Bahan pembuatannya biasanya menggunakan lampu neon dengan tempat tertutup namun masih ada ruang untuk sirkulasi udara. Suhu yang hangat dapat menunjang pertumbuhan ayam dan menjaga agar ayam tidak terkena serangan hawa dingin yang menyebabkan kematian. Sebab pada usia tersebut kekebalan ayam masih rentan terkena penyakit.

4. Penanganan Kotoran

Salah satu bagian penting dari cara budidaya ayam pejantan adalah penanganan kotoran ayam tersebut. Kandang yang telah ditempati oleh ayam yang berusia dewasa sebaiknya diberikan penyaring kotoran. Bahan pembuatannya terdiri dari jerami padi, sekam padi, serbuk gergaji atau serutan kayu. Fungsinya adalah untuk menyerap air feses dari ayam atau tumpahan air minum.

Meletakkan penyaring kotoran tersebut berfungsi untuk menjaga kelambaban dan mengurangi kadar gas berbahaya seperti amoniak. Sedangkan kotoran yang kering akan terurai pada lapisan kapur dan sekam maupun tanah yang terdapat pada kandang ayam. Apabila penanganan kotoran ini tidak diperhatikan dapat menyebabkan masalah kesehatan pada ayam.

5. Pembersihan Kandang

Kegiatan membersihkan kandang tidak hanya dilakukan saat di awal pembuatan kandang, melainkan juga harus secara rutin. Biasanya kegiatan yang dilakukan adalah melakukan desinfeksi selama dua minggu sekali. Hal ini bertujuan untuk membunuh kuman yang ada di dalam kandang. Kegiatan disinfeksi bisa dilakukan dengan cara pengapuran atau menyemprotkan kandang dengan larutan desinfektan.

Menjaga kebersihan kandang dengan mengganti lapisan jerami atau sekam padi juga wajib dilakukan 2 minggu sekali untuk menjaga agar kandang tetap kering. Selain itu penggantian alat pakan dan minum juga harus dilakukan selama seminggu sekali. Hal ini untuk menjaga kebersihan pakan maupun minuman yang terdapat pada alat tersebut.

6. Mengendalikan Kanibalisme

Memahami sifat ayam pejantan juga merupakan bagian dari cara budidaya ayam pejantan. Sifat ayam pejantan cenderung agresif. Sehingga saat kondisi ayam mulai dewasa dengan ukuran kandang yang tidak bertambah, akan memicu para ayam pejantan untuk berebut tempat dan pakan. Sehingga ayam yang memiliki daya tahan lemah akan mati dimakan oleh ayam yang lebih kuat.

Antisipasi bagi peternak untuk mengatasi hal ini adalah dengan memisahkan ayam yang berukuran lebih besar dan membuatkannya kandang sendiri. Kasus kematian ayam akibat kanibalisme tidak terlalu banyak. Namun apabila tidak diantisipasi sejak awal, maka akan menimbulkan kerugian tersendiri bagi peternak terutama yang masih pemula.

Bagi pemula, mempelajari cara budidaya ayam pejantan mungkin akan terasa susah. Sebab metode yang diterapkan berbeda dengan cara budidaya ayam pedaging. Namun apabila dipelajari lebih lanjut, maka beternak ayam pejantan akan terasa lebih mudah. Sebab hanya membutuhkan kesabaran dalam beternak hingga masa panen tiba.


4:06:00 AM