Cara Budidaya Burung Puyuh Dengan Benar




cara budidaya burung puyuh

Cara Budidaya Burung Puyuh - Burung puyuh merupakan burung yang memiliki habitat di tanah atau semak. Burung puyuh ini memiliki tubuh yang lebih besar dari sayapnya sehingga jangkauan terbangnya terbatas. Telurnya yang kecil serta dagingnya yang empuk jika dimasak menjadi incaran banyak orang. Oleh karena itu, banyak orang ingin mengetahui cara budidaya burung puyuh.

Budidaya burung puyuh dapat dikatakan gampang-gampang susah. Hal ini karena untuk budidayanya sebaiknya memperhatikan tempat yang digunakan untuk memelihara burung tersebut. Burung semak ini sangat sensitif terhadap berbagai macam kebisingan karena dapat membuatnya stress. Hal ini berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan burung. Berikut adalah cara yang benar budidaya burung puyuh.

1. Penentuan Luas Lahan

Ternak burung puyuh dapat dilakukan di area belakang rumah. Selain itu, ternak ini juga dapat dilakukan di gudang yang kosong. Hal ini karena ternak burung puyuh tidak membutuhkan lahan atau pekarangan yang luas. Selain itu, untuk ternak 1000 ekor burung puyuh hanya membutuhkan luas lahan sekitar 100 meter persegi.

2. Mengatur Suhu Kandang Burung Puyuh

Pengaturan suhu ruangan merupakan salah satu cara budidaya burung puyuh yang perlu diperhatikan. Hal ini mengingat suhu serta kelembaban lah yang menentukan burung puyuh itu mau bertelur atau tidak. Oleh karena ini untuk kandangnya sendiri diharapkan memiliki suhu berkisar 20 derajat hingga 25 derajat celcius.

Untuk burung puyuh yang baru menetas atau dengan umur beberapa hari harus diperlakukan seperti anak ayam yang masih membutuhkan kehangatan. Oleh karena itu, dapat dilakukan penerangan pada kandang dengan menggunakan lampu 25 hingga 40 watt pada siang hari. Sedangkan pada malam hari menggunakan lampu 40 hingga 60 watt.

3. Pembuatan Kandang Burung Puyuh

Jenis kandang yang digunakan burung puyuh berbeda-beda tergantung pada fungsi kandang itu sendiri. Kandang burung puyuh untuk pembibitan disesuaikan dengan ukuran yang dibutuhkan. Hal ini karena kandang ini sangat menentukan pertumbuhan dan perkembangan serta produktivitas burung nantinya. Pada umumnya kandang pembibitan memiliki luas 200 m2 untuk 100 ekor puyuh dewasa.

Kandang untuk indukan burung puyuh petelur berbeda dengan kandang indukan burung puyuh pedaging. Indukan petelur memiliki kandang yang lebih padat burung puyuhnya meski ukurannya sama dengan kandang pembibitan. Hal ini untuk menambah produksi telur. Sedangkan untuk anak burung puyuh sendiri, kandang yang digunakan diharapkan dilengkapi dengan pemanas ruangan.

Burung puyuh usia 3 – 6 minggu membutuhkan kandang dengan ukuran yang sama seperti induknya. Pada umumnya, alas yang digunakan untuk burung puyuh di usia ini adalah kawat ram. Hal ini untuk membantu tersedianya tempat makan serta minum bagi burung puyuh. Selain itu, kandang juga bisa dilengkapi dengan obat-obatan yang dibutuhkan.

4. Pemilihan Anakan

Pemilihan anakan merupakan salah satu cara budidaya burung puyuh yang perlu diperhatikan. Hal ini karena memilih anakan yang tidak aktif atau murung akan menurunkan harga burung puyuh itu sendiri di pasaran. Pertumbuhan burung yang baik akan menghasilkan telur dan daging yang kaya akan protein hewani yang sangat bermanfaat untuk metabolisme tubuh.

5. Persiapan Bibit Burung Puyuh

Terdapat dua jenis bibit burung puyuh yakni bibit puyuh telur dan pedaging. Jenis bibit yang digunakan untuk petelur dipilih dari jenis bibit betina dengan produktivitas telur yang baik. Selain itu, untuk bibit jantan yang dicari adalah bibit yang siap untuk dikawinkan.

Sedangkan untuk bibit puyuh pedaging biasanya yang dipilih adalah bibit puyuh dengan jenis kelamin jantan. Hal ini karena burung puyuh betina hanya difokuskan sebagai petelur.

6. Perawatan Puyuh

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam merawat burung puyuh. Cara budidaya burung puyuh ini akan berhasil jika perawatan burung puyuh dilakukan dengan benar. Perawatan pertama yang perlu diperhatikan adalah perawatan kandang dimana kandang harus tetap bersih untuk meminimalisir penyakit yang ada.

Selain itu, pemberian makanan berupa pelet atau remahan dilakukan dua kali dalam sehari yakni pada pagi dan sore hari. Namun, untuk puyuh dewasa cukup diberikan satu kali makan pada pagi hari. Tak lupa pemberian vaksin dan obat untuk menjaga kekebalan tubuh burung puyuh.

Demikian sekilas ulasan mengenai cara budidaya burung puyuh dengan benar. Budidaya burung yang membutuhkan perhatian lebih karena kondisinya yang rentan terkena stress karena suara bising.


3:52:00 AM