Cara Budidaya Cacing Sutra Tanpa Media Lumpur




cara budidaya cacing sutra

Cara budidaya cacing sutra sebenarnya sangatlah mudah dan beresiko kecil. Cacing sutra atau cacing rambut termasuk ke dalam kelompok cacing–cacingan, Tubifex sp. Diberi nama cacing sutra itu karena cacing tersebut memiliki tubuh yang lunak dan sangat lembut seperti halnya sutra/rambut.

Cacing ini memiliki ukuran panjang 1-2 cm dengan warna kemerah-merahan. Cacing Sutra mempunyai saluran pencernaan berupa celah kecil dari mulut sampai anus, terdiri dari 30 -60 segmen atau ruas. Sepintas cacing ini tampak seperti koloni merah yang melambai-lambai karena warna tubuhnya. Berikut ini adalah proses cara budidaya cacing sutra tanpa menggunakan lumpur, antara lain:

1. Mempersiapkan Air  Dengan Kualitas Yang Pas

cacing sutra ini hidup di perairan tawar yang memiliki air jernih, namun yang paling disukai adalah dasar perairan yang mengandung bahan organik dan juga berlumpur. Makan utama cacing sutra adalah bahan organik yang telah mengendap serta terurai di dasar perairan tawar tersebut.

Cacing-cacing sutra ini mulai berkembang biak setelah 7 hingga 11 hari. Air memiliki peranan yang sangat penting bagi perkembangbiakan cacing sutra tersebut, oleh karena itu cacing ini sangat menyukai air. Apabila ingin membudidayakan cacing tersebut, Berikut adalah syarat kualitas air yang pas adalah :
  • Memiliki suhu air yang berada diantara 25 hingga 28 drajat C.
  • Sebaiknya dibudidayakan jika pH air 5.5 hingga 8.0
  • Tidak boleh menggunakan debit air yang relatif besar, namun usahakan agar tetap terus mengalir atau mengalami pergantian air secara konstan.
  • Untuk Kapasitas oksigen terlarut atau DO nya adalah sebanyak 2.5 hingga 28 ppm.

2. Tahap Pembibitan

Pembibitan dapat dilakukan dengan 2 metode umum. Metode pertama adalah dengan mencari sendiri bibit cacing sutra di persawahan maupun di sungai. Sedangkan pembibitan metode kedua adalah membeli bibit dari cacing sutra di pasar. Meskipun ada 2 metode kebanyakan pengusaha cacing sutra akan memilih melakukan metode kedua karena lebih mudah dan menghemat waktu.

Namun metode pertama juga direkomendasikan bagi pemula yang memiliki modal sangat terbatas. Cacing tersebut akan di karantina selama 2 – 3 hari dengan media air bersih yang mengalir walau dengan jumlah kecil. Hal Ini dilakukan agar bakteri-bakteri patogen yang telah menempel pada cacing dapat dibuang.

3. Pembuatan Media Tumbuh

Pada tahap pembuatan tempat cacing sutra berkembang biak bisa menggunakan cara modern atau tanpa lumpur. Langkah awalnya adalah membuat tempat yang menyerupai kubangan lumpur berukuran 1 x 2 m.

Kubangan tersebut harus dilengkapi dengan saluran pembuangan dan pemasukan air. Agar air tersebut akan tetap terganti setiap harinya. Untuk meminimalisir biaya untuk membuat kubangan dengan hanya menggunakan media nampan terbuat dari terpal maupun plastik.

4. Pemeliharaan, Pemupukan Dan Pemberian Pakan

Pada proses ini harus melakukan penjagaan terhadap tingginya air, biasanya hanya butuh +- 5 cm. Untuk pemupukan berikanlah kotoran ayam yang telah difermentasikan. Bisa juga dengan menambahkan sawi-sawian untuk pakan tambahan cacing tersebut.

Anak-anak cacing sutra akan tumbuh selama lebih kurang 10 hari. Pupuk kandang, ataupun ampas tahu bisa membantu untuk pemupukan cacing sutra. Hal itu dikarenakan cacing-cacing sutra ini sebenarnya menyukai berbagai jenis bahan organik sebagai pakan pokok mereka.

5. Musim Panen

Biasanya Cacing sutra bisa dipanen sekitar 14 hari sekali. Oleh karena itulah mengapa budidaya cacing sutra merupakan usaha yang menguntungkan. Itu dikarenakan proses pemeliharaannya tidak terlalu sulit dan memiliki masa panen yang relatif cepat.

Harap menggunakan serok lembut atau yang halus untuk melakukan pemanenan cacing-cacing sutra ini, itu dikarenakan tubuh mereka sangat ramping dan kecil. Cacing yang baru dipanen masih kotor karena bercampur dengan berbagai media lainnya yang berada di kolam pemeliharaan tersebut, harus dibersihkan kembali.

Caranya sangat mudah, hanya dengan memisahkannya kedalam sebuah wadah yang berisi air bersih dan maka cacing akan naik ke permukaan sehingga mudah di cari kembali. Atau bisa juga dengan menutup media pemeliharaan hingga benar-benar gelap dan di biarkan hingga 4 – 5 jam.  Pada akhirnya cacing- cacing akan bergerombol di dekat permukaan.

Demikianlah pembahasan mengenai cara budidaya cacing sutra tanpa menggunakan media lumpur sebagai tempat perkembangbiakan. Seperti yang sudah disebutkan di atas tadi bahwa pembudidayaan caicng sutra ini minim resiko. Oleh karena itu cara budidaya cacing sutra di atas sepertinya sangat perlu dilakukan mengingat resikonya yang kecil.


5:05:00 AM