Cara Memperbaiki Dinding Retak Pada Bangunan




cara memperbaiki dinding retak

Cara Memperbaiki Dinding Retak Pada Bangunan - Dinding merupakan bagian terpenting untuk sebuah bangunan, jika dinding mengalami kerusakan atau keretakan maka sebuah bangunan akan mudah roboh. Dinding yang retak bisa disebabkan oleh beberapa faktor seperti struktur bahan bangunan yang kurang bagus atau dinding berlumut ataupun karena sudah termakan usia. Cara memperbaiki dinding retak bisa dilakukan dengan beberapa teknik sebagai berikut.

1. Mengidentifikasi Jenis Keretakan Pada Dinding

Keretakan pada dinding mempunyai jenis yang berbeda diantaranya keretakan seperti helai rambut (Hairline Cracks) yaitu keretakan yang terlihat seperti helai rambut bahkan keretakan ini sering tidak terlihat dari jauh. Jenis keretakan yang lain yaitu keretakan dinding yang menjalar atau sering disebut dengan Spreading Cracks. Keretakan ini cenderung lebih  banyak dan panjang, hingga bercabang-cabang serta menjalar.

Jenis keretakan dinding yang paling parah disebut Wide Cracks atau keretakan dinding yang cukup lebar.  Keretakan ini terlihat lebar bahkan ada bongkahan dinding yang terlepas. Untuk memperbaiki dinding dengan kondisi seperti ini bisa dengan menggunakan amplas atau epoxy sand filler atau bisa juga dengan menambalnya dengan spackle.

2. Menyiapkan Bahan Bahan Yang Dibutuhkan

Cara memperbaiki dinding retak setelah mengetahui jenis kerusakan pada dinding maka langkah selanjutnya yaitu dengan mempersiapkan bahan yang akan dibutuhkan untuk memperbaikinya. Bahan-bahan tersebut diantaranya dempul, plester, sander, spackle, amplas dan bahan untuk finishing yaitu berupa cat dinding.

3. Membersihkan Bagian Dinding Yang Retak

Pada retakan atau celah yang terjadi pada dinding biasanya akan terdapat beberapa kotoran seperti debu dan serpihan serpihan material bangunan sebelumnya, bahkan ada yang sampai ditumbuhi lumut.

Sebelum mulai memperbaiki sebaiknya kotoran-kotoran yang menempel pada dinding yang retak dibersihkan terlebih dahulu. Membersihkannya bisa menggunakan pisau atau benda tajam yang lain untuk mengerik lumut yang menempel pada dinding. Bisa juga menggunakan vacuum cleaner untuk menyedot debu dan kotoran pada retakan tersebut.

4. Mengisi Celah Pada Retakan Dinding Dengan Spackle Atau Campuran Semen

Setelah dinding yang retak dibersihkan isilah celah pada retakan dinding dengan menggunakan spackle atau campuran semen. Untuk menambal dinding yang retak ini juga bisa dengan bantuan dempul atau putty knife untuk menghilangkan sisa-sisa tambalan yang meluber, kemudian meratakannya dengan dinding disekitar retakan.

5. Menutupi Bekas Retakan Dinding Dengan Plester Drywall

Cara memperbaiki dinding retak setelah menambalnya dengan campuran semen kemudian menutup tambalannya dengan plester drywall. Plester driwall ini dipotong menjadi strip yang lebar dan cuku panjang sesuai dengan panjang dan lebar retakan pada dinding kemudian tempelkan pada bagian retakan dinding yang sebelumnya sudah dilapisi dengan spackle.

6. Aplikasikan Kembali Spackle Di Atas Dinding Yang Retak

Gunakan sekali lagi spackle dan dempul dengan pisau dempul dan lapisan yang lebih tipis di atas dinding secara merata. Pengaplikasiannya harus diratakan berkali-kali sehingga tambalan hasil retakan merata dan menyembul dari dinding sekitarnya.

7. Amplas Bagian Dinding Retak Yang Sudah Ditutupi Spackle

Setelah spackle dan dempul diratakan kemudian amplas dengan pola ke bawah  pada seluruh bagian dinding yang sudah ditambal untuk menjaga agar bekas tambalan terlihat lebih rata dan tidak menyembul. Cara memperbaiki dinding retak pada tahap spackling dan pengamplasan ini harus diulang beberapa kali sehingga mendapatkan hasil yang halus dan rata pada retakan dinding.

8. Mengecat Ulang Bagian Dinding Yang Sebelumnya Retak

Pada tahap akhir cara memperbaiki dinding retak ialah dengan mengecat ulang bagian dinding yang sudah ditambal. Karena walaupun area retakan sudah selesai ditambal dan diperhalus dengan amplas, tentu masih meninggalkan bekas tambalan karena warna putihnya yang mencolok karena bekas amplas dan dempul. Untuk itu, perlu mengecat bagian tersebut dengan warna yang sama dengan warna dinding di sekitarnya.

Dinding yang retak memang sangat tidak sedap dilihat mata, juga bisa membahayakan penghuni yang didalamnya karena sewaktu-waktu bisa saja roboh. Untuk itu perlu diperbaiki dengan cara ditambal kembali supaya rapat. Diatas adalah cara memperbaiki dinding retak yang bisa dilakukan mulai dari tahap awal  identifikasi kerusakan dinding hingga tahap akhir atau finishing.


7:50:00 AM