Cara Menanam Cabai Rawit Yang Benar




cara menanam cabai rawit

Cara Menanam Cabai Rawit - Untuk membudidayakan cabai rawit harus mengetahui bagaimana sifat dan karakter cabe tersebut. Cabai rawit merupakan tanaman yang sangat unik karena memiliki banyak manfaat bagi konsumennya. Cara menanam cabai rawit perlu diperhatikan untuk menghindari hama tanaman yang dapat merusak hingga membuat tanaman mati.

Cara membudidayakan cabai rawit ini sangat mudah sekali. Tak heran jika banyak orang yang menanam tanaman ini di halaman rumahnya. Berikut adalah uraian singkat mengenai cara menanam tanaman cabai rawit yang benar.

1. Pemilihan Benih Cabe Rawit

Terdapat beragam jenis benih cabai rawit untuk budidaya dengan keunggulannya masing-masing. Benih cabai rawit biasanya dihasilkan dari tanaman sebelumnya setelah masa dormansi. Pemilihan benih cabai rawit sangat penting dalam cara menanam cabai rawit. Hal ini karena bibit benih yang baik dapat menghasilkan kualitas cabai yang baik pula.

Sedangkan untuk benih yang dihasilkan setelah masa panen ke empat sebaiknya  tidak digunakan lagi karena hasilnya akan buruk. Namun, perlu juga diperhatikan untuk pengambilan benih di masa panen tertentu dapat menghasilkan bibit yang tidak optimal.

2. Penentuan Lokasi Tanam

Lokasi atau tempat menanam cabai rawit ini sangat mempengaruhi cara menanam cabai rawit yang baik agar berbuah lebat. Hal ini karena tanaman cabai rawit dapat tumbuh dengan baik jika kebutuhan tanaman untuk hidup terpenuhi. Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih tempat menanam cabai rawit.

Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah  lokasi menanam cabai di dataran rendah dengan ketinggian antara 300 hingga 2000 meter dpl. Kemudian, memiliki suhu atau temperatur 24 derajat hingga 27 derajat celcius. Tak hanya itu, pastikan pula jika kelembaban tanah tidak terlalu tinggi. Kemudian tempat budidaya terkena sinar matahari terus menerus.

Selain beberapa hal di atas yang perlu diperhatikan, kondisi tanah pun sangat perlu untuk diperhatikan. pH tanah yang digunakan adalah pH tanah netral. pH tersebut berkisar antara lima hingga tujuh.

3. Pengolahan Media Tanam

Media tanam merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Salah satu  cara menanam cabai rawit yang benar juga terdapat pada pengelolaan tanahnya. Berikut adalah langkah-langkah pengolahan lahan yang baik dan benar.

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah membajak atau mencangkul lahan untuk menggemburkan tanah serta membuang gulma atau tanaman sebelumnya. Kemudian, berikan kapur dolomite pada lahan dengan pH kurang dari 5 dan diamkan selama 1 minggu. Lalu tambahkan pupuk kandang untuk menambah unsur hara lahan dengan dosis 1 ton per satu hektar.

Pastikan pupuk diberikan setelah proses pengapuran. Setelah itu, diamkan selama 1 minggu agar pupuk kandang meresap ke dalam tanah. Kemudian, berikan bedengan yang kemudian ditutup dengan mulsa plastik di atas lahan dan diamkan selama satu minggu. Bedengan tersebut digunakan untuk membantu agar pupuk dapat meresap sempurna.

4. Persemaian Benih Cabe Rawit

Usai benih yang telah dipilih berkecambah, maka semaikan benih tersebit. Arah persemaian yakni menghadap ke timur serta diberi naungan plastik. Untuk media tanamnya, dapat dibuat dari berbagai campuran pupuk kandang yang sudah matang dan tanah dengan perbandingan 1 : 3. Masukkan kecambah benih cabai rawit kedalam setiap polybag.

Setiap polybag diisi dengan satu benih cabai rawit. Kemudian, tutup dengan tanah tipis yang telah dicampur pupuk kandang. Penyiraman dapat dilakukan secara rutin setiap pagi dan sore hari hingga tumbuh tunas. Ini adalah cara menanam cabai rawit yang penting untuk dilakukan.

5. Penanaman Cabai Rawit

Usai bibit dalam persemaian berusia empat minggu dan sudah keluar daunnya, maka benih bibit dapat dipindahkan kedalam media tanam. Pilihlah benih cabai rawit yang bebas dari hama penyakit serta berdaun hingga 6 helai setiap benihnya. Disarankan untuk menanam cabe rawit pada pagi ataupun sore hari agar benih tidak cepat layu.

Jika menggunakan polybag, maka gunakanlah polybag dengan diameter 30 cm. Selain itu, dapat pula menggunakan ember bekas yang telah dibersihkan. Gunakan perbandingan 3:2:1 untuk tanah, pupuk dan sekam mentah sebagai tempat menanam.

Demikian uraian singkat mengenai cara menanam cabai rawit yang benar. Proses penanaman cabai rawit terbilang cukup mudah hingga dapat pula diterapkan di berbagai ukuran lahan. Meskipun lahan yang digunakan untuk menanam adalah lahan sempit.


4:25:00 AM