Cara Budidaya Belut Menggunakan Media Drum Plastik




cara budidaya belut

Cara Budidaya Belut - Belut atau monopterus albus adalah sejenis ikan dengan suku Synbranchidae, ordo Synbranchiiformes, yang mempunyai nilai ekonomi dan ekologi. Belut ini bisa dibudidayakan sendiri. Cara budidaya belut sangatlah mudah, dan apabila pemula dengan budget yang minim bisa menggunakan media drum sebagai tempat budidaya.

Ikan ini bisa dimakan, baik digoreng maupun dimasak dengan saus asam pedang, ataupun digoreng renyah. Belut ini mengandung protein, karbohidrat, kalsium dan lain-lainnya. Permintaan pasar terhadap belut ini sangatlah banyak. Oleh karena itu budidaya belut menjadi peluang usaha yang menjanjikan. Nah berikut ini beberapa langkah cara budidaya belut dengan menggunakan media drum plastik :

1. Menyediakan Drum Sebagai Media Budidaya

Pertama pemula harus menyiapkan drum plastik terlebih dahulu, setelah itu bersihkan bagian luar serta dalam drum. Selanjutnya buat lubang secara memanjang pada drum yang sudah diposisikan seperti tidur. Kemudian letakkan drum di atas tanah dan jangan lupa memberi menyangga pada sisi kanan dan kiri drum agar drum tidak berguling.

Langkah selanjutnya, membuat saluran pembuangan pada bagian bawah drum berupa lubang kecil, tidak lupa pula buat kanopi atau peneduh agar belut tidak kepanasan terkena terik matahari. Tidak lupa untuk menyiapkan media untuk pertumbuhan pada drum yang disesuaikan dengan habitatnya di alam bebas.

Berikutnya, masukkan jerami dengan ketebalan +- 50 cm dan beri mikroorganisme stater sekitar 1L/drum. Setelah masukkan jerami pada lapisan kedua masukkan pupuk kompos. Dan untuk lapisan terakhir masukkan lumpur yang dicampur dengan pupuk tsp. terakhir masukkan air dan diamkan selama 2 minggu.

2.  Masukkan Bibit Belut

Bibit yang diperoleh melalui pembelian atau dicari sebaiknya dicek terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam drum. Lakukan pemisahan terhadap belut yang terluka, memar ataupun yang sakit. Salah satu ciri-ciri belut yang sakit adalah pergerakan belut tersebut tidak lincah.

Sebelum dimasukkan pisahkan induk belut kedalam suatu wadah. Ini bertujuan agar induk belut mencapai kematangan dan dapat dikawinkan sehingga dapat menghasilkan benih-benih baru. Adapun ciri-ciri dari belut jantan adalah bentuk kepala tumpul seperti busur,warna kulit yang gelap , dan panjang tubuh hingga 30-40 cm bahkan lebih. Sementara ciri-ciri induk belut betina adalah kepala runcing dan kecil, kulit lebih cerah, dan panjang tubuh dibawah 30 cm

3. Memberi Pakan Untuk Belut

Pakan yang diberikan untuk belut dapat berupa cacing, ikan kecil, kecebong, atau bekicot yang sudah dipotong. Pemberian pakan tersebut dilakukan setiap sore hari sekitar pukul 5 sore. Beri juga air rebusan temulawak yang didinginkan lalu tuang kedalam kolam. Tujuan tersebut guna untuk menambah nafsu makan belut.Pada umumnya bobot saat memberikan pakan pada belut takaran sekitar 5% dari bobot belut yang dimasukkan ke dalam drum tersebut.

4. Memperhatikan Kualitas Air

Air merupakan media yang mempunyai peran penting dalam budidaya belut. Peternak harus menggunakan kualitas air yang bagus sehingga belut tidak rentan terkena penyakit. Sebaiknya pada drum juga di sediakan saluran untuk membuang sisa makanan agar tidak menumpuk. Hal itu dikarenakan makanan tersebut bisa menjadi racun yang mengakibatkan kematian pada belut.

Cara budidaya belut yang benar adalah memperhatikan kualitas air. Air pada kolam drum belut haruslah mengalirkan air bersih. Air yang dimasukkan dilanjutkan berbentuk percikan. Itu karena aerasi pada air sangat penting untuk oksigen pada belut.

Untuk mengalirkan air tersebut bisa menggunakan paralon. Sama halnya ketika membuat saluran pembuangan. Buatlah lubang dengan tinggi 8 cm dari genangan air yang terdapat di drum. Suhu air yang umum adalah 26 – 28 celcius. Jika peternak tinggal di wilayah suhu panas maka perlu membuat hujan buatan.

5. Tahap Panen Belut

Belut dapat dipanen ketika sudah 3-4 bulan lamanya. Untuk penjualan belut tersebut bervariasi tergantung panjang tubuh dari belut tersebut. Pada umumnya belut yang dapat dipanen memiliki ukuran +- 200 gram atau yang memiliki ukuran 11 – 13 cm.

Cara melakukan cara budidaya belut dalam drum merupakan salah satu cara alternatif yang efektif dan praktis untuk menghasilkan panen yang melimpah. Kelebihan budidaya belut pada drum ini adalah tidak membutuhkan lahan yang luas. Peternak dengan mudah memonitoring kapanpun. Selain itu, modal yang digunakan pun sangat minim. Demikianlah penjelasan terkait mengenai cara budidaya belut dalam drum terutama bagi pemula.


7:22:00 AM